Rabu, 20 April 2016

#PetGame Konsep Pembuatan Script Game


Scenario



Skenario adalah alur cerita game tiap level dan menuju level berikutnya. Skenario disini digunakan agar game serasa lebih mudah untuk diarahkan sehingga tak melebar. Skenario digunakan peneliti sebagai alur penyampaian materi game kepada pengguna agar mudah dipahami. Sebuah Game apalagi pada genre-genre khusus seperti RPG (Role Playing Game), RTS (Real Time Strategy), Adventure dll.


Tanpa sebuah skenario yang menarik seolah sayur tanpa kuah, walaupun game tersebut sangat adiktif tetapi tanpa adanya suatu cerita khusus yang melatarbelakangi kejadian2 dalam game tersebut, rasa-rasanya game tersebut jadi hambar begitu kita menyelesaikannya.


Script


Script adalah bahasa yang digunakan untuk menerjemahkan setiap perintah dalam situs yang pada saat di akses.Jenis script sangat menentukan statis, dinamis, atau interaktifnya sebuah situs mungkin bisa di maksud juga script itu adalah kode yang dapat dipasang pada script editor untuk menambahkan fitur-fitur yang kamu inginkan pada game yang kamu buat, script juga dapat di artikan sekumpulan sintaks yang membentuk suatu algoritma dari bahasa pemprogramana tertentu. Itu secara gampangannya.


Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan ketika memilih bahasa pemrograman untuk membuat game, diantaranya :


Speed


Bahasa script untuk sebuah game harus memiliki kemampuan berjalan secepat mungkin. Mengapa dibutuhkan speed pada sebuah script game? Jawabannya adalah karena ketika kita akan membuat suatu game dengan suatu level, pasti secara logikanya suatu perilaku karakter dan rintangan yang terdapat didalamnya akan berbeda. Jika, kita menggunakan bahasa script yang lambat, maka akan memakan waktu yang cukup lama untuk membuatnya.


Kompilasi dan Interpretasi


Bahasa script jika ditinjau secara luas diinterpretasikan melalui susunan suatu rangakaian byte. Interpreter akan melihat script setiap baris, serta penyusunan sesuai maksud dari script itu sendiri dan melakukan tindakan yang spesifik.  Suatu byte akan terkompilasi, dan akan dikonversi atau diubah dari teks menjadi suatu byte code. Byte code biasanya lebih padat jika dibandingkan dengan format teks, mengapa disebut lebih padat? Jawabannya adalah karena kode byte dalam suatu format akan lebih optimal ketika dieksekusi, sehingga dapat berjalan lebih cepat.


Ekstensibilitas dan Integrasi


Bahasa script sangat dianjurkan mempunyai akses ke fungsi yang signifikan ke dalam sebuah game. Sebuah script untuk mengendalikan sebuah karakter misalnya, harus dapat memiliki kemampuan untuk menanyai game untuk mencari tahu apa y ang bisa dilihat dan selanjutnya membiarkan game mengerti apa yang harus dilakukan untuk melakukan aksinya. Kumpulan fungsi yang dibutuhkan untuk mengakses sangat jarang diketahui ketika bahasa script telah diimplementasikan. Oleh karena itu, hal ini penting untuk memiliki sebuah bahasa yang dapat dengan mudah memanggil fungsi atau menggunakan kelas main code dalam sebuah game.

Re-Entrancy


Fungsi ini sering berguna untuk memanggil script secara ulang sehingga bisa digunakan kembali. Selain itu fungsi ini dapat berjalan untuk sementara waktu, dan ketika waktu telah habis maka script bisa ditunda. Dan jika script selanjutnya memiliki waktu lagi, maka akan menjalankan kembali script yang telah ditunda sebelumnya.


Storyboard


Storyboard adalah visualisasi ide dari aplikasi atau cerita yang akan dibangun, sehingga dapat memberikan gambaran dari aplikasi yang akan dihasilkan. Storyboard dapat dikatakan juga visual script yang akan dijadikan outline dari sebuah proyek, ditampilkan shot by shot yang biasa disebut dengan istilah scene. Storyboard sekarang lebih banyak digunakan untuk membuat kerangka pembuatan website dan proyek media interaktif lainnya seperti iklan, film pendek, games, media pembelajaran interaktif ketika dalam tahap perancangan /desain.


Baru-baru ini istilah “Storyboard” telah digunakan dibidang pengembangan web, pengembangan perangkat lunak dan perancangan instruksi untuk mempresentasikan dan menjelaskan kejadian interaktif seperti suara dan gerakan biasanya pada antarmuka pengguna, halaman elektronik dan layar presentasi. Sebuah Storyboard media interaktif dapat digunakan dalam antarmuka grafik pengguna untuk rancangan rencana desain sebuah website atau project interaktif sebagaimana alat visual untuk perencanaan isi.


Sebaliknya, sebuah site map (peta) atau flow chart (diagram alur) dapat lebih bagus digunakan untuk merencanakan arsitektur informasi, navigasi, links, organisasi dan pengalaman pengguna, terutama urutan kejadian yang susah diramalkan atau pertukaran audiovisual kejadian menjadi kepentingan desain yang belum menyeluruh.

Referensi :
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/Storyboard%20dalam%20Media%20Pembelajaran%20Interaktif.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar