Komputasi
dan Parallel Processing
Komputasi sebetulnya bisa diartikan sebagai cara
untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu
algoritma. Hal ini ialah apa yang disebut dengan teori komputasi, suatu
sub-bidang dari ilmu komputer dan matematika. Selama ribuan tahun, perhitungan
dan komputasi umumnya dilakukan dengan menggunakan pena dan kertas, atau kapur
dan batu tulis, atau dikerjakan secara mental, kadang-kadang dengan bantuan
suatu tabel. Namun sekarang, kebanyakan komputasi telah dilakukan dengan
menggunakan komputer.
Setiap jenis perhitungan atau penggunaan
teknologi komputer dalam pengolahan informasi. Perhitungan adalah proses
setelah yang jelas model yang dipahami dan dinyatakan dalam suatu algoritma ,
protokol , topologi jaringan , dll Perhitungan juga merupakan subyek utama dari
ilmu komputer : menyelidiki apa yang dapat atau tidak dapat dilakukan dengan
cara komputasi.
Perhitungan dapat diklasifikasikan oleh setidaknya tiga kriteria ortogonal:
digital vs analog , sekuensial vs paralel vs bersamaan , bets vs interaktif .
Dalam prakteknya, perhitungan digital sering digunakan untuk mensimulasikan
proses alam (misalnya, perhitungan Evolusi ), termasuk yang lebih alami
dijelaskan oleh model analog perhitungan (misalnya, jaringan syaraf tiruan ).
Konsep
komputasi Parallel Processing
Paralel Processing adalah kemampuan menjalankan tugas atau aplikasi lebih
dari satu aplikasi dan dijalankan secara simultan atau bersamaan pada sebuah
komputer. Secara umum, ini adalah sebuah teknik dimana sebuah masalah dibagi
dalam beberapa masalah kecil untuk mempercepat proses penyelesaian masalah.
Terdapat dua hukum yang berlaku dalam sebuah parallel processing. yaitu:
Hukum Amdahl
Amdahl berpendapat, “Peningkatan kecepatan secara paralel akan menjadi
linear, melipatgandakan kemampuan proses sebuah komputer dan mengurangi separuh
dari waktu proses yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah masalah.”.
Hukum Gustafson
Pendapat yang dikemukakan Gustafson hampir sama dengan Amdahl, tetapi dalam
pemikiran Gustafson, sebuah komputasi paralel berjalan dengan menggunakan dua
atau lebih mesin untuk mempercepat penyelesaian masalah dengan memperhatikan
faktor eksternal, seperti kemampuan mesin dan kecepatan proses tiap-tiap mesin
yang digunakan.
Gambar diatas merupakan contoh dar i sebuah komputasi paralel, dimana
pada gambar diatas terdapat sebuah masalah, dari masalah tersebut dibagi lagi
menjadi beberapa bagian agar sebuah masalah dapat dengan cepat diatasi.
Tujuan
Komputasi Paralel
Tujuan dari komputasi paralel adalah meningkatkan kinerja komputer dalam
menyelesaikan berbagai masalah. Dengan membagi sebuah masalah besar ke dalam
beberapa masalah kecil, membuat kinerja menjadi cepat.
Formula komputasi paralel yang diajukan pada hukum Amdahl
Dimana a adalah banyaknya paralel yang terjadi. Secara teori, artinya
proses penyelesaian masalah menjadi lebih cepat dengan menggunakan komputasi
paralel.
Salah satu jenis penggunaan komputasi paralel adalah:
PVM(Parallel Virtual Machine)
Merupakan sebuah perangkat lunak yang mampu mensimulasikan pemrosesan
paralel pada jaringan.
Model komputasi Paralel.
- Embarasingly
Parallel adalah pemrograman paralel yang digunakan pada
masalah-masalah yang bisa diparalelkan tanpa membutuhkan komunikasi satu
sama lain. Sebenarnya pemrograman ini bisa dibilang sebagai pemrograman
paralel yang ideal, karena tanpa biaya komunikasi, lebih banyak
peningkatan kecepatan yang bisa dicapai.
- Taksonomi
dari model pemrosesan paralel dibuat berdasarkan alur instruksi dan alur
data yang digunakan:
– SISD (Single Instruction Single Datapath) merupakan prosesor
tunggal, yang bukan paralel.
– SIMD (Single Instruction Multiple Datapath)alur instruksi yang
sama dijalankan terhadap banyak alur data yang berbeda. Alur instruksi di sini
kalau tidak salah maksudnya ya program komputer itu. trus datapath itu paling
ya inputnya, jadi inputnya lain-lain tapi program yang digunakan sama.
– MIMD (Multiple Instruction Multiple Datapath)alur instruksinya
banyak, alur datanya juga banyak, tapi masing-masing bisa berinteraksi.
– MISD (Multiple Instruction Single Datapath)alur instruksinya
banyak tapi beroperasi pada data yang sama.
Hubungan
Komputasi Modern dengan Paralel Processing
Tujuan dari komputasi paralel adalah meningkatkan kinerja komputer dalam
menyelesaikan berbagai masalah. Dengan membagi sebuah masalah besar ke dalam
beberapa masalah kecil, membuat kinerja menjadi cepat.
Formula komputasi paralel yang diajukan pada hukum Amdahl. Dimana a
adalah banyaknya paralel yang terjadi. Secara teori, artinya proses
penyelesaian masalah menjadi lebih cepat dengan menggunakan komputasi paralel.
Jadi, sudah jelas tertera bahwa hubungan dari Komputasi Modern dan
Pemrosesan Parallel adalah penggunaan komputer dengan pemrosesan paralel sangat
mempercepat kinerja dibandingkan dengan penyelesaian masalah dengan satu CPU.
Oleh sebab itu, peningkatan kinerja atau proses komputasi semakin diterapkan,
salah satunya adalah dengan cara meningkatkan kecepatan perangkat keras. Dimana
komponen utama dalam perangkat keras komputer adalah processor. Sedangkan
parallel processing adalah penggunaan beberapa processor (multiprocessor atau
arsitektur komputer dengan banyak processor) agar kinerja computer semakin
cepat.
Kinerja komputasi dengan
menggunakan paralel processing itu menggunakan dan memanfaatkan beberapa
komputer atau CPU untuk menemukan suatu pemecahan masalah dari masalah yang
ada. Komputasi dengan paralel processing akan menggabungkan beberapa CPU, dan
membagi-bagi tugas untuk masing-masing CPU tersebut. Jadi, satu masalah
terbagi-bagi penyelesaiannya.Sumber :
https://raraqra.wordpress.com/2016/05/21/komputasi-modern-dan-paralel-processing-serta-hubungannya/
https://www.scribd.com/doc/32982265/Parallel-Processing
https://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar